Jumat, 17 Agustus 2012

17 Agustus = HUT RI?



Hari ini hari Jumat. Hari ini Bulan Ramadhan. Dan hari ini tepat 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Terus?

Bagi saya hari ini tetap biasa-biasa saja. Sama seperti kemarin. Sama seperti satu bulan yang lalu. Yang membedakan hanyalah hari ini saya banyak melihat bendera merah putih di pinggiran jalan lengkap dengan pernak-pernik khas 17an. Banyak update-an status tentang Indonesia. Banyak iklan-iklan bertemakan perjuangan. Banyak mendengar diskusi kemerdekaan di media. Dan mendengar lagu kebangsaan lebih dari tiga kali.

Rabu, 15 Agustus 2012

Aku, Mereka, dan Masjid Kami (karena ternyata perjuangan itu indah)


Gue bukan orang hebat, gue bukan pahlawan, gue bukan orang berjasa yang punya pengaruh besar.
Gue hanyalah gue, remaja biasa yang pernah berusaha berjuang untuk ‘ada’ di daerah gue.

Semua ini tentang daerah gue, masjid gue, pengajian di daerah gue. Gue sadar, daerah gue bukanlah daerah dengan agama yang baik. Kami punya masjid, tapi bisa dibilang itu hanya simbol. Kami nggak kayak daerah lain yang punya kegiatan segudang di masjid. Nggak ada pengajian peringatan keagamaan, nggak ada tadarusan tiap ramadhan, nggak ada mabit atau lomba-lomba kayak daerah lain. Gimana mau ada, remaja masjid pun nggak ada di daerah gue. Bahkan pengajian TPA pun seperti hidup segan mati tak mau.

Sekali lagi gue bukan orang hebat. Tapi setidaknya gue pernah berusaha.

#buber47

Udah jadi budaya kali ya kalau tiap ramadhan pasti banyak undangan buber. Tahun ini juga. Dan buber yang paling megang buat tahun ini adalah #buber47. Bubernya alumnus ekamas angkatan 47.

Saya mulai ngeh sama kegiatan ini sejak promosi di twitter yang keren abis. Mulai dari admin @ekamas47 yang super gokil dalam mempromosikan kegiatan ini, ramenya twit dengan hastag #buber47, sampai ava yang kompakan menjelang kegiatan ini.

Ini nih maskot #buber47 sekaligus ternding ava di twitter :

Kamis, 02 Agustus 2012

Pujian itu Ujian




@KamusCewek
Cewek itu sebenernya selalu pengen dipuji, meski pada saat dipuji dia akan bilang “nggak kok” #KamusCewek

Disadari atau nggak, kalimat di atas itu bener. Eh bentar-bentar, ini aku nulis berdasarkan apa yang aku pikirkan dan aku rasakan. In My Opinion. Gatau juga, nanti yang aku tulis itu berlaku untuk semua cewek atau nggak. Semoga sih iya, mehehe.

Rabu, 01 Agustus 2012

Tidak Selamanya

Aku tahu, tidak selamanya kamu akan menunggu
Pergilah jika memang kamu sudah bosan
karena menunggu memang sesuatu yang membosankan
Tapi. ..
Ku mohon, pergilah dengan tersenyum
karena akan lebih mudah bagiku untuk merelakanmu

Bagian tersulitnya hanyalah
ketika aku merelakanmu pergi
tanpa mengijinkan kamu tahu perasaanku. . .

Aku tahu, tidak selamanya kamu akan berlari
Ada saat dimana kamu merasa lelah
Dan bila tiba saatnya, berhentilah berlari
Carilah tempat persinggahan terdekat

Tapi yakinlah, jika memang aku tempat yang telah disediakan untukmu
dengan berjalan pun, suatu saat kau akan sampai
Di sini. . .

Selasa, 31 Juli 2012

Bukan Diriku (cerpen)

Yuhuuuu, ini sebenernya ada sequel dari cerpen Ku Cinta Kau dan Dia, bagi yang belum baca bisa buka link ini http://www.facebook.com/notes/hanifa-amanati/ku-cinta-kau-dan-dia-cerpen/225182650828456

Enjoy this story :)


Bukan Diriku

Setelah kupahami
Ku bukan yang terbaik
Yang ada dihatimu

Tak dapat ku sangsikan
Ternyata dirinyalah
Yang mengerti kamu
Bukanlah diriku
***

Surat Untuk Calon Pemilik Hati



Teruntuk calon suamiku, yang semoga senantiasa dirahmati Allah.

Aku tahu, engkau tahu kalau cinta adalah anugerah. Kita tidak pernah tahu kapan cinta datang dan akan kepada siapa cinta itu kita berikan. Dan begitulah yang terjadi padaku saat ini.

Maafkan aku, calon imamku, kini aku memendam perasaan itu kepada seseorang yang belum tentu itu dirimu. Maafkan aku jika aku masih sering mencuri-curi pandang ke arahnya. Maafkan aku jika aku tidak bisa mengatur frekuensi detak jantungku saat dia menggodaku. Maafkan aku jika aku tidak bisa menahan bibirku untuk tidak tersenyum saat dia memujiku. Sungguh, hati wanita memang lemah dan Allah selalu menguji tepat di bagian itu.

Calon suamiku, maafkan aku jika aku masih belum bisa seutuhnya menjaga hati ini untukmu. Aku hanya bisa berharap, jika memang kelak dia adalah dirimu maka aku yakin Allah akan mempertemukan kita di saat yang tepat dengan cara terindah. Tapi jika memang bukan, maka biarkanlah perasaan ini hanya aku dan Allah yang tahu. Sungguh, bukan hal yang mudah menahan perasaan ini, tapi untukmu. . .aku akan berusaha. Jika memang rasa ini tidak pada tempatnya, aku hanya berharap ia akan hilang seiring berjalannya waktu.

Aku tahu masih banyak cela dalam diri ini. Aku akan berusaha untuk istiqomah menjaga hati ini, hingga saat tiba waktunya nanti aku akan siap mempersembahkan hati ini seutuhnya untukmu.

Kamar Kos, 30 Juli 2012