Senin, 24 Agustus 2026

Catatan Aisha : 2 Tahun

Tinggal semingguan lagi Aisha 2 tahun, daripada nunggu nanti 2 tahun tapi nggak sempet-sempet, sekarang mumpung lagi selo kita sempatkan. Wkwk. Sebenernya udah dari kapan hari pengen nulis perkembangannya, karena sejak 20 bulan progressnya banyak banget terutama soal bahasa. Untuk BB masih di sekitaran 10++ belum nyentuh angka 11, kemarin udah hampir, tiba-tiba pilek, turun lagi. 

Motorik kasar 

  • Menendang bola
  • Naik turun papan miring 
  • Melompat dua kaki udah jago banget, malah lagi seneng-senengnya
  • Naik turun tangga udah fasih nggak perlu pegangan meskipun masih menakutkan 
Motorik halus 
  • Mulai tertarik mainan kecil yang bisa dipegang 2 jari, mulai tertarik main game board yang hewan-hewan
  • Baru suka corat-coret pakai pensil, konsisten gambarnya bulat-bulat kecil banyak
Bahasa
  • Akhirnya di usia 20 bulan perkembangan bahasanya pesat, setara dengan Aira di umurnya waktu itu versi lebih jelas pengucapannya, karena mostly Aisha ini untuk beberapa kosonan sepeti "k" itu jelas
  • Lagu udah banyak banget yang hafal: balonku, cicak-cicak, matahari terbenam, bintang kecil, pelangi, satu satu, naik kereta api, kucingku telu, pelangi-pelangi, satu dua tiga empat, naik-naik ke puncak gunung, dll. Udah hafal doa sebelum tidur.
  • Bercerita juga makin lancar dan makin banyak, sudah bisa menyusun kalimat banyak. "Loh, kakak kemana?" "Main." "Oiya, kemana?" "Ke Elang." udah bisa diaa. 
Kognitif
  • Sejauh ini, Aisha belum paham warna, baru bisa mengelompokkan warna 
  • Sudah mulai bisa beralasan, menolak, mempertahankan pendapat, hobi banget sekarang bilang "TIDAK MAU" apa-apa tidak mau
  • Bisa bermain pura-pura, pura-pura makan, pura-pura tidur 
  • Karena beberapa kali diajak ke sekolah kakak, sekarang dia minta sekolah juga 
  • Udah bisa melepas celana sendiri, kalau pakai masih perlu dipegangin tapi udah bisa
  • Bisa gerakan gosok gigi sendiri
Personal-sosial
  • Aisha ini udah hafal dengan nama beberapa teman di lingkungan rumah, nggak ada kesulitan juga untuk dia bersosialisasi. 
  • Kalau punya keinginan masya Allah tabarakallah, susah sekali negosiasinya. Karena dia bukan anak deep talk. Mana kalau dilarang dia akan teriak atau nangis kenceng, atau bahkan mukul :(
  • Semalem kejadian, dia gigit kakaknya, disuruh minta maaf nggak mau. Lalu dibilang kalau nggak minta maaf nggak boleh nenen. Masih nggak mau. Tapi lama kelamaan karena nggak boleh nenen, dia tiba-tiba minta maaf sendiri. SEBENERNYA DIA NGERTI gituloh tapi emang sengaja aja gitu anaknya huftttt
  • Suka banget jajan :( udah ngerti dia Indomart hiks, udah ngerti tempat yang mau dibeli dan kalau ambil harus "bayay"
Yuyur, masuk usia 2 tahun ini makin keliatan "bocah tengilnya". Nggak gitu kaget karena mungkin udah pengalaman anak pertama dulu, meskipuunnnn tetep ada tantangannya. Beda banget anak pertama kedua ini kok bisa yak. Anak pertama rapi, anak kedua suka lempar-lempar. Anak pertama sensitif, anak kedua chilll broohh. Anak pertama pemalu, anak kedua petentang-petenteng. Anak pertama nurut bisa diajak ngobrol, anak kedua apa ituu sabar ngamookk. Anak pertama takut jadi korban bully, akan kedua takut jadi pelaku bully hiks :(

Oiya, ada banget yang perlu disyukuri soal kesehatan. Alhamdulillah ala kulli hal, Aisha sampai 2 tahun ini belum pernah kena antibiotik, alias jarang sakit banget. Kalau sakit mentok batpil, dan nggak pernah dikasih obat juga, kecuali demam. Huhu alhamdulillah ya Allah. Aira juga alhamdulillah sehaatt udah beberapa bulan terakhir nggak pernah sakit. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. 

Rabu, 01 April 2026

Catatan Aisha: 18 Bulan

Harus menulis umur 18 bulan karena ini salah satu umur penentu apakah anak speech delay atau tidak. Alhamdulillah, Aisha mulai banyak menunjukkan kosakata baru di umur ini, setelah sebelum-sebelumnya dia terkesan lambat bahasanya.  

Motorik kasar 

  • Sudah bisa mengangkat satu kakinya

Motorik halus 

  • Lagi seneng-senengnya pakai sandal, kalau keluar rumah langsung ambil sandal dan dipakai
Bahasa 
  • Banyak kosakata baru: ayam, basah, sakit, bebek, gajah, kakung, buka
  • Bisa menyebutkan nama gambar binatang
  • Bisa 3 kata: Buk, mau nenen.
  • Nyanyi sudah bisa lumayan banyak kata: cicak-cicak di dinding, nina bobok, burung kakak tua 
Kognitif
  • Sudah bisa menerima perintah: buang sampah, ambil barang
  • Sudah bisa minta dibukain hp, dia tahu kalau hp ibunya bisa untuk nonton video, hp ayahnya bisa untuk foto, dan tahu kalau di TV bisa nonton hewan-hewan 
Sosial Emosional 
  • Akhirnya sudah mengerti dan mengenal anggota keluarga lainnya, ini momen mudik, akhirnya tahu kakung uti bulik titi, sudah tidak menangis jika diajak 
Bulan ini untuk pertama kalinya dia ku tinggal, langsung 3 hari hiks, 

Selasa, 20 Januari 2026

Catatan Aisha: 16 Bulan

Salah satu bulan yang sangat penting dalam kehidupan Aisha, karenaaaaa bulan ini dia secara resmi jadi anak daycare. Sebuah perubahan besar dari si penunggu jendela tiap sore, jadi anak pp rumah daycare tiap hari hiks. Sungguh perjuangan ya, Nak T-T

Sudah masuk minggu ketiga, dan anaknya masih nangis pas mau masuk daycare. Gapapa, berproses pelan-pelan, semoga Allah mudahkan. Sejauh ini sudah baikkkk banget, luar biasa penerimaan dia dengan perubahan ini. Ternyata benar ya, anak-anak tanpa dia sadar, harus menanggung konsekuensi dari pilihan kedua orang tuanya. 

Baiklah, melownya udah dulu, let's move to perkembangan Aisha sampai umur 16 bulan ini. Nggak nyangka yaa, 8 bulan lagi jadi harus menyapih. Bulan ini masuk dua kali pumping di kantor, sepertinya bulan depan masuk ramadhan akan jadi sehari sekali. 

Motorik kasar 

  • Suka jalan mundur-mundur, atau muter-muter. 
  • Sudah mulai berusaha lari, meskipun masih belum bisa mengontrol kecepatan. 
  • Bisa menendang bola, kadang berusaha angkat kaki satu. 
  • Naik turun ketinggian lantai sudah bisa. 

Motorik halus 

  • Sudah bisa menuangkan air dari satu wadah ke wadah yang lain 
  • Bisa menumpuk 3 balok. Waktu itu dia berusaha mau membawa 3 susu uht mini dalam sekali bawa, dan ternyata usahanya adalah ditumpuk terlebih dahulu meski masih jatuh-jatuh. 
  • Mencoret-coret pakai spidol.
  • Bisa sorting color, meskipun belum mengenal warna. Tapi mengambil puzzle kayu dengan warna hitam semua, atau mengambil bola-bola kecil dengan warna semua sama.
  • Memasukkan mainan lingkaran yang berlubang ke tiang-tiang kecil, duh apasih jelasinnya, mainan yang itu pokoknya. 
Bahasa 
  • Nahhh, bagian ini yang beda jauh dari Aira. Aisha di umur segini belum terlalu paham dengan perintah dan bahasa. So far kalau disuruh ambil tisu, disuruh ke sini, disuruh ke sana, disuruh tutup pintu sudah mengerti. 
  • Kosakata: ayah, emam/maem, dada, baaa, nenen. Niruin suara embek, suara cicak. 
  • Belum terlalu bisa menunjuk gambar, baru beberapa saja. 
  • Masih sukanya bilang gajelas. Tapi pengucapan konsonan sudah bisa (huruf d, k, m, g). Meskipun belum bisa disuruh menirukan kata. 
  • Bisa senandung cicak-cicak dan twinkle-twinkle. 
Kognitif
  • Sudah paham dengan letak benda: ambil susu, ambil es, kasih makan ikan, makanan ayam.
  • Paham konsep atas-bawah-turun, sana-sini. 
  • Terbiasa dengan gerakan pakai-copot baju. 
  • Sudah pintar makan sendiri, malah justru lebih suka makan sendiri. Minum pakai gelas, pakai cangkir, pakai sedotan sudah bisa. 
Sosial Emosional 
  • Akhirnya sudah mengerti dan bisa menunjuk: ayah-ibu-kakak-adek. 
  • Sudah bisa mempertahankan keinginan dan punya keinginan. Bisa nangis kejer kalau copot baju atau dipakaikan baju. 
Sepertinya adaptasi daycare lumayan ngaruh ke BB nya, sempet turun awal-awal karena nggak mau makan, bisa juga stress, dan kebetulan habis sakit juga. Gapapa bismillah, pelan-pelan semoga naik lagi. Kemarin nimbang udah 9,4. Karena sepulang daycare dia juga nggak berhenti nyemil. Ohiyaaaa, ini dia bedanya sama Aira, Aisha ini ngunyaaahhhh terus apa aja mau dimakan. Tapi makan utamanya masih dikit karena kebanyakan nyemil.  

Minggu, 26 Oktober 2025

Validated

Everything happens for a reason. Kayak judul blog ini, hahah. Meskipun kita tidak pernah tahu kapan kita bisa dapet reason dari sebuah kejadian. Bisa sehari kemudian, bisa sebulan, tiga bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian. 
  
Ini tentang sebuah perasaan yang baru tervalidasi 9 tahun kemudian.

Sepertinya aku belum pernah menulis soal mertua-ipar, karena sebenernya memang nggak banyak core memory tentang keluarga suami. Sejauh ini juga mertua-ipar baik, jadi yaaa nggak ada yang perlu diceritakan. Meskipun begitu, namanya hubungan dua orang yang berbeda, pasti tetep ada hal-hal yang tidak pas di hati satu sama lain. 

Salah satu core memory ku soal mertua adalah kejadian almost 9 years ago, saat aku melahirkan anak pertama. Fyi, ibu mertuaku adalah pengidap bipolar dan kejadian saat aku akan melahirkan bertepatan dengan fase maniknya beliau. So yaa, ibu mertuaku energinya sedang tumpah ruah, sangat mendominasi, mudah tersinggung, dan sangat sulit untuk dinasehati. 

Hari itu, sebenarnya aku pengen berangkat tanpa mertua, tapi karena ibu mertua sedang ingin terlibat di semua momen, akan sangat tidak mungkin meminta beliau untuk di rumah saja--pengalaman kontrol sebelumnya beliau tidak diajak, beliau kurang berkenan. Akhirnya berangkatlah hari itu, bersama dengan ibu mertua yang sepanjang perjalanan mendominasi pembicaraan tanpa bisa disela. 

Singat cerita, karena sudah terlalu banyak tumpukan-tumpukan hal yang sebenernya nggak sesuai sama keinginanku, ada momen dimana aku sebel banget nggak pengen beliau ada disitu saat itu. Tapi at the moment aku merasa sebel, aku juga merasa bersalah dan benci diriku karena "Kok bisa kamu sebel sama beliau dan nggak pengen beliau ada di situ padalah beliau ada ibu mertuamu sendiri? Harusnya kamu nggak boleh kayak gitu." 

Di saat bersamaan juga aku sedang dalam proses induksi, dalam proses sedang menunggu persalinan yang seharusnya dilalui dengan perasaan tenang, rileks, dan bahagia. Akhirnnya karena rasanya dada udah sesak pengen nangis, aku memutuskan untuk jalan keliling rumah sakit. Alasanku untuk memperbanyak gerak akan persalinan lancar, padahal mah pengen nangis doang wkwkwk. Akhirnya aku jalan muter sambil udah bercucuran air mata. 

9 tahun berlalu dari kejadian itu, ada momen dimana bapak mertua dirawat di rumah sakit saat ibu mertua sedang di fase manik. Intinya, di momen itu bapak mertua sempet beberapa kali minta ibu mertua untuk diajak pulang dan tidak perlu menunggu beliau di rumah sakit. Ada momen-momen dimana bapak mertua merasa sebel dan nggak pengen ngomong ke ibu. 

Waw, di momen itu rasanya perasaanku 9 tahun yang lalu tervalidasi T-T
Selama ini aku merasa bersalah kalau mengingat perasaan itu, ternyata "Gapapa kok kamu wajar banget ngerasa kayak gitu." 

Rasanya langsung pengen meluk diri sendiri dan berterima kasih. Bapak mertua yang udah sepuh dan udah kurleb 35 tahun hidup bersama ibu mertua aja masih bisa ngerasa demikian, apalah aku yang waktu itu baru 24 tahun, baru setahun hidup bersama beliau, dan sedang ada di momen besar dalam hidupku. 

Makasih akuuu, yang saat itu meskipun banyak banget *T^&%^$%(@*)i nya tapi bisa melewati prosesnya dengan sangat baik :")

Kalau diinget-inget lagi, waktu awal nikah pun ibu mertua juga sedang fase manik. Saat itu keluarga belum paham kalau ibu mertua bipolar, dan nggak ada yang ngasih kisi-kisi juga wooyyy. Yang selesai acara langsung disuruh muter ke saudara-sadara. Yang malam  pertama di rumah suami, jam 11 malem, aku disuruh beresin buffet isi tupperware :D
Yang hari kedua di rumah suami energiku udah habissss dan nangis pengen pulang hiks, wkwkwk. Ternyata kalau diinget-inget, awal nikah se drama itu ya?

Selasa, 21 Oktober 2025

Catatan Aisha: 13 Bulan

One year just like a blink of en eye. Padahal kalau lihat-lihat lagi foto Aisha, kayak percaya nggak percaya dia dulu secimit itu, tiba-tiba udah bisa kemana-mana. Here we go rapelan cerita Aisha dari umur 10 bulan:

Motorik kasar

  • Umur 10 bulan lebih dikit (Juli 2025) sudah mulai bisa jalan 3 langkah
  • Naik turun kasur sudah jago, ya gimana enggak dari kecil terbiasa naik turun tangga. Cukup aware dengan ketinggian dan bisa memperkirakan, jadi kalau dia tahu dia akan jatuh, dia memilih untuk mengulurkan tangan minta gendong.
  • Bisa mengangkat kaki satu untuk menendang bola
  • Sudah lincah berjalan di beda ketinggian, misal lantai teras dan lantai rumah, sudah tidak perlu berpegangan
  • Beberapa hari yang lalu sudah bisa berjalan mundur, bisa muter-muter. Mulai sering berjalan cepet meskipun masih sempoyongan.

Motorik halus

  • Bisa “dadaa” di usia 10 bulan, tiap ada yang mau pergi udah reflek melambaikan tangan. Sudah bisa diajak salim.
  • Meletakkan jepitan di kepala.
  • Pegang pencil corat-coret
  • Memasukkan benda ke lubang kecil, contoh uang koin ke celengan. Bisa main pop it.
  • Bisa makan sendiri pakai tangan, tapi kalau sendok arahnya sudah benar meskipun masih belepotan dan jatuh-jatuh.

Bahasa

  • Di usia 13 bulan, kata yang berarti baru: emam, dada, baaa (ciluk ba). Sering banget dia eh ehhh ehhh gitu kayak orang gabisa ngomong hiks, ini kayaknya sama kayak ibunya dulu wkwk.
  • Selebihnya dia masih teriak-teriak tidak jelas, apitt ebedaaa papaaa seolah-olah bisa ngobrol. Waktu bermain mic, Ketika disodori mic dia akan ngoceh tidak jelas.
  • Sudah mulai bisa memahami perintah verbal: duduk, pakai celana, sini ak, dada, salim, sayang, pusing, layang-layang mana?

Kognitif

  • Sudah mulai bisa “niteni” sebuah pola, contoh: kalau ibuk pakai kerudung, berarti mau keluar maka kalau dia pengen jalan-jalan keluar dia akan minta ibuk pakai kerudung, menunjuk gendongan, lalu menunjuk pintu dan mengarahkan ingin pergi kemana
  • Mulai hapal dengan benda-benda di jalan, misal di rumah X dia biasa melihat ayam, di rumah Y biasa melihat burung.
  • Jika meminta ibuk tidak mau, sudah punya akal dia akan meminta bude.
  • Pernah dia menemukan roda mobil mainan, lalu diambil, dan dia mencari mobil mainan di rak dan di satukan.
  • Dia paham kalau colokan di bawah biasanya untuk colokan blender, lalu minta diambilin blender, dan bilang emam.
  • Plisss jangan meleng sedikitpun karena semua-mua akan dimasukkan ke mulut.

Personal Sosial

  • Pernah suatu ketika diajak nungguin kakak psikotes, lalu bertemu dengan anak seusianya yang membawa boneka lalu dia reach out duluan dan meminta bonekanya, wkwkwk. Sungguh bukan anak ibuk Hanif banget.
  • I loveee the way she looked at me pas pulang kerja, huhu, precious moment.
  • Dia udah bisa menunjukkan keinginannya dengan menunjuk, atau menarik tangan orang mengikuti ke arah yang dia inginkan.
  • Kalau kakaknya itu life must by the rule, kalau adeknya ini break the rule, haha.
  • Agak susah diajakin deep talk atau dinasehatin.
  • Di tempat baru langsung eksplor dan bermain layaknya bocah-bocah yang lain.
Fiuhhh leganyaaa bisa nulis ini. Haha. Seperti keharusan padahal bukan, tapi kalau sudah ditulis rasanya lega nggak punya utang.

Satu hal yang baru ku sadari sekarang, kalau di era Aira aku banyak membenci diriku dan menyalahkan diriku, di era Aisha ini aku makin menyayangi dan mencintai diri sendiri. I love myself, aku banyak berterima kasih kepada diriku yang sudah through ups and downs. Huhuu, bisa gitu yaa. Tiap anak membawa pelajaran masing-masing, mereka adalah modul untuk orang tuanya.

Selasa, 08 Juli 2025

Catatan Aisha: 10 Bulan

Aw, banyak keskip nih nyatetnya. Baiklahhh, mari kita rekap saja kejadian yang masih dalam ingatan selama 7 bulan ini. So far yaa, Aisha ini anaknya lebih motorik kasar dibanding Aira. Makannya lebih gampang dari pada Aira, udah bisa mencapai target porsi meskipun tidak selalu. Yaaa, seperti anak kecil pada umumnya lah. Sayangnya, secara BB 2 bulan terakhir ini nggak naik sesuai KBM meskipun masih di garis ijo. Kayaknya emang kalori keluarnya lebih banyak daripada yang masuk.

Motorik kasar:

  • Aisha pertama kali bisa tengkurap sendiri waktu mudik, usia sekitar 3,5 bulan. Usia 6 bulan alhamdulillah udah bisa guling sendiri, guling kanan kiri. Udah kuat duduk sendiri juga meskipun masih didudukkan.
  • Usia 7 bulan udah bisa duduk sendiri, udah bisa merangkak. Dan merangkaknya jago banget. Terbantu adanya tangga jadi stimulasinya naik turun tangga.
  • 8 bulan udah mulai berdiri sambil pegangan, lanjut rambatan, dan umur 9 bulan menuju 10 bulan udah bisa berdiri tanpa pegangan selama beberapa detik. Kalau di titah, wahhhh dah langsung jalan ke sana ke mari.

 Motorik halus:

  • Sejak umur 8 bulan koordinasi tangan makin baik, bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain, bisa pegang dua benda berbeda dengan dua tangan, bisa tepuk tangan.
  • 9 bulan mulai bisa menjimpit pakai 2 jari, awalnya karena ngeletekin stiker-stiker kakanya di tembok.
  • Sudah bisa melempar bola-bola kecil diulang-ulang.
  • Suka banget mainan di kulkas, mindah-mindahin bumbu dari pintu kulkas ke dalam kulkas. 

Bahasa:

  • Aisha ini termasuk nggak banyak ngoceh, baru mulai ngocek teriak-teriak umur 3-4 bulan. Habis itu sukanya jejeritan aja, mengeluarkan suara tinggi. Baru mulai lalling di usia 7-8 bulan, mulai mksnb knashdf lacjisdjc gitu gitu.
  • Masuk usia 10 bulan ini lagi suka bilang “epp eppp ammm ammm” lalu nyembur-nyembur.
  • Entah karena lebih jarang diajak ngobrol disbanding Aira dulu, tapi emang Aisha ini anaknya agak susah focus kalua diajak ngobrol. Di usia 10 bulan ini belum memahami perintah verbal sederhana. Kayak nggak paham gituloh anaknya tuh kalua diajak ngobrol. Tapi let’see ke depannya dulu yaa.
  • Lagi seneng banget sama kucing

Kognitif:

  • Aisha udah tau tempat mainan-mainan dimana, tapi dia baru suka berantakin aja, belum bisa memainkan maiinan sebagaimana seharunsya. Apa aja diberantakin, aslik rumah jadi lebh berantakan disbanding jaman Aira dulu.
  • Bermain tepuk tangan.
  • Udah bisa memasukkan makanan sendiri, apa aja dimasukin ke mulut, paling suka kalau ada kertas atau tisu.
  • Kalau ditinggal ngumpet udah bisa nyariin ke tempat terakhir terlihat.
  • Seneng banget minum air putih pakai cangkir, kalau lihat cangkir yang biasa dipakai buat minum langsung minta minum. Usia 9 udah bisa minum pakai sedotan.

Personal sosial:

  • Awalnya dia aman-aman aja ikut sama orang, sampai akhirnya sempet masuk daycare umur 9 bulan karena ART mudik, lalu setelah itu semacam trauma dipisahkan sama ibunya. Ketempelean all day long hiks. Tapi sebenernya dia nggak ada masalah buat dibawa ke tempat baru, ketemu orang banyak, as long as dia nempel sama ibuknya heuuu.
  • Umur 10 bulan udah mencoba segala moda transportasi buat mudik. Pernah mudik pp 1 hari berdua doang, woaa mantap.
  • Udah lama Aisha bisa tidur nyenyak kalau malam, tapi semenjak umur 7 bulan itu malah sering kebangun-kebangun lagi dan nangis, meskpun kalau dinenenin auto tidur lagi.
  • Udah mulai nyariin ibu dan ayah kalau misal merasa insecure pas diajak keluar. 
  • Sampai usia 10 bulan ini, dia belum merespon kalau dipanggil namanya. Hiks.
  • Kalau denger lagu dia udah respon, joget. Apapun bunyi yang ada temponya dia joget.
  • Udah bisa nolak, kalau nggak mau atau nggak suka sama sesuatu, bisa berontak sambil teriak sambil gegetin gigi, wadaawww.

 

Senin, 16 Desember 2024

Catatan Aisha : 3 Bulan

 

show your baby as a newborn vs now...

Dari foto udah terlihat bedanya ya 😀 Alhamdulillah bulan ini naik 1kg lagi jadi beratnya 5,8kg dan tingginya naik 5cm. Wow, apakah ini efek sempet rewel selama 3 hari menjelang usia 3 bulan? Apakah itu sebenarnya grow spurt?

Bulan ini dia udah berubah menjadi putih, kuningnya udah hilang sama sekali. Sudah terlihat putih gemoy seperti kakaknya dulu, versi lebih gemoy lagi. Dibanding kakaknya, dia bisa lebih banyak kenaikan BBnya karena sejauh ini dia tidak gumoh. 

Well, berikut rekap bulan ketiga ini:

  • jam tidur siangnya sudah berkurang, sudah lebih banyak meleknya 
  • seneng banget masukin tangan ke mulut
  • sudah mulai ngoceh, merespon ketawa 
  • sudah bisa mengenali ibunya, makin nemplok sama ibunya 
  • muncul benjolan di ketiak kanan (28 Nov 2024), sudah dikonsulkan dan masih dalam monitoring
  • suka mainan lidah, membuat gelembung dari air liur 
  • masih malas mengangkat kepala saat tummy time, sesekali padahal sudah kuat mengangkat 45 derajat 
  • ketika miring sudah semakin jejeg
  • belum menyatukan kedua tangannya