Saya mungkin
termasuk orang yang telat baca 5 cm. Gimana enggak, saya baru baca novel best
seller ini enam tahun sejak dia terbit pertama kali, gilak! Saya beli novel ini
11 Agustus 2011 atas rekomendasi dari Nindy, temen saya di Cirebon yang selalu
excited ngomongin Mahameru. Akhirnya, setelah dikompor-komporin beberapa lama,
saya nyasar di toko buku, sendirian, malem-malem, waktu itu sih gara-gara main
bareng temen dan saya kehilangan jejak mereka. Alhasil, kesasar malem itu
mempertemukan saya dengan novel item setebal 3 cm ini.
Rabu, 19 Desember 2012
Selasa, 13 November 2012
Sunset Bersama Rosie (A Novel by Tere Liye)
Duduklah sebentar, aku ingin menceritakan kisah mereka. Kau
tahu Tegar? Ya, Tegar. Kalau bagi keponakannya-Anggrek, Sakura, Jasmine, dan
Lili-dia adalah paman yang hebat, super, dan keren, tapi tidak bagiku. Kalau
bagi Rosie dia adalah sahabat terbaik, tapi tidak bagiku. Kalau bagi Oma dia
adalah anak yang amat baik, tapi tidak bagiku. Kalau bagi bosnya dia adalah
aset terbaik perusahaan, tapi tidak bagiku. Terlepas dari itu semua, aku tidak
suka dengan dia. Dia banyak menyakiti Sekar, dan bahkan terkadang dia tidak
sadar. Entahlah, aku terlalu memikirkan Sekar memang.
Tegar jahat, ah tidak tidak, mungkin dia hanya bodoh. Tegar
bodoh. Sekar juga bodoh. Tidak, mereka sebenarnya tidak salah, hanya mungkin
cinta memang tidak pernah baik pada
mereka. Dan memang, sekali lagi, aku mengerti bahwa cinta tidak bisa dipaksakan.
Hati tidak memilih.
Alhamdulillah Aku (Gagal) Menjadi Dokter
Sebenernya, bagaimana sih tahapan menjadi seorang
dokter itu? Setelah kamu melalui hari-hari berat dengan buku-buku berat juga
mata yang berat karena terlalu lama begadang pada masa perkuliahan, kamu akan
diwisuda. Setelah diwisuda ini, kamu akan mendapat gelar S.Ked. di belakang
namamu-inget! S.Ked di belakang nama, bukan dr. yang biasanya ditaruh di depan
nama. Gelar dokter (dr.) itu baru akan disematkan di depan nama kamu setelah
kamu menyelesaikan masa kepaniteraan di rumah sakit.
Apa sih ko-ass itu? Mungkin, KO-ASS bisa dibilang
Kumpulan Orang Selalu Salah. Kenapa selalu salah? Mungkin, bisa dibilang, apa
yang kami lakukan selalu terasa salah, terutama untuk para konsulen. Sebagai
“dokter pemula”, kami memang belum banyak memiliki jam terbang pada penanganan
pasien. Jadi, kejadian dimarah-marahin oleh dokter spesialis di tempat ko-ass,
misalnya karena salah menjawab, memang sudah menjadi makanan sehari-hari kami.
Sebagai sarjana kedokteran, kami akan ditempatkan di rumah sakit untuk
menyelesaikan 14 bagian spesialisasi atau yang biasa disebut dengan stase.
Kegiatan kami ya seperti layaknya petugas medis yang lain, kami
memeriksa pasien, melakukan wawancara dengan pasien, membaca hasil foto,
mengikuti operasi, hingga jaga bangsal. Semua kegiatan itu kami lakukan di
bawah pengawasan, yaah, anggaplah bos kami, yang biasa disebut dengan konsulen.
Intinya, menjadi anak ko-ass itu susah-susah gampang.
Kami banyak terbentur jadwal yang tidak pasti, mengingat orang sakit juga tidak
pernah mengenal waktu. Kami juga terbentur jadwal operasi, jadwal poli, jaga
bangsal, juga jadwal pacaran tentunya.
***
Kamis, 11 Oktober 2012
Behind The Scene Sepatah Kata Buat Buku Kenangan
Sender : STAN Rosyid
10 Oktober 2012 09:06
Nip, cerita yang kamu buat
itu udah belum? Yang tentang kelas kita.
Saya terdiam. Tentu saja jawabannya belum. Beberapa waktu yang lalu, ketua kelas saya memang meminta saya untuk membuatkan cerita/tulisan untuk buku kenangan. Sampai hari ini, deadline, saya belum juga menulis. Hehe. Bagi saya
ini bukan hal yang mudah. Pertama, sudah lama saya tidak menulis, dan rasanya tidak PD. Kedua, bagi saya menuliskan perjalanan hidup itu tidak mudah. Saya
tidak yakin bisa menuliskan setiap detail kisah dan kejadian yang terangkum dalam
sebuah cerita di keluarga kecil ini. Saya tidak yakin tulisan ini akan menjadi
tulisan yang bisa mencakup semua sudut pandang. Sangat mungkin apa yang saya
pikirkan berbeda dengan apa yang mereka pikirkan. Ketiga, menuliskan perjalanan
satu tahun dalam selembar kertas A4 itu susah loohh =.=
Jumat, 17 Agustus 2012
17 Agustus = HUT RI?
Hari ini
hari Jumat. Hari ini Bulan Ramadhan. Dan hari ini tepat 17 Agustus, Hari
Kemerdekaan Republik Indonesia.
Terus?
Bagi saya
hari ini tetap biasa-biasa saja. Sama seperti kemarin. Sama seperti satu bulan
yang lalu. Yang membedakan hanyalah hari ini saya banyak melihat bendera merah
putih di pinggiran jalan lengkap dengan pernak-pernik khas 17an. Banyak
update-an status tentang Indonesia. Banyak iklan-iklan bertemakan perjuangan.
Banyak mendengar diskusi kemerdekaan di media. Dan mendengar lagu kebangsaan
lebih dari tiga kali.
Rabu, 15 Agustus 2012
Aku, Mereka, dan Masjid Kami (karena ternyata perjuangan itu indah)
Gue bukan orang hebat, gue bukan pahlawan, gue bukan orang berjasa
yang punya pengaruh besar.
Gue hanyalah gue, remaja biasa yang pernah berusaha berjuang untuk ‘ada’
di daerah gue.
Semua ini tentang daerah gue, masjid gue, pengajian di daerah gue. Gue
sadar, daerah gue bukanlah daerah dengan agama yang baik. Kami punya masjid,
tapi bisa dibilang itu hanya simbol. Kami nggak kayak daerah lain yang punya
kegiatan segudang di masjid. Nggak ada pengajian peringatan keagamaan, nggak
ada tadarusan tiap ramadhan, nggak ada mabit atau lomba-lomba kayak daerah
lain. Gimana mau ada, remaja masjid pun nggak ada di daerah gue. Bahkan
pengajian TPA pun seperti hidup segan mati tak mau.
Sekali lagi gue bukan orang hebat. Tapi setidaknya gue pernah
berusaha.
#buber47
Udah jadi budaya kali ya kalau tiap ramadhan pasti banyak
undangan buber. Tahun ini juga. Dan buber yang paling megang buat tahun ini
adalah #buber47. Bubernya alumnus ekamas angkatan 47.
Saya mulai ngeh sama kegiatan ini sejak promosi di twitter
yang keren abis. Mulai dari admin @ekamas47 yang super gokil dalam
mempromosikan kegiatan ini, ramenya twit dengan hastag #buber47, sampai ava
yang kompakan menjelang kegiatan ini.
Ini nih maskot #buber47 sekaligus ternding ava di twitter :
Langganan:
Postingan (Atom)


