Kamis, 13 Agustus 2020

Aira Sewelas Sasi

 


Mumpung di kampung, kapan lagi bisa umbar sebebas-bebasnya. Main ayam, keceh, pegang kambing, golek asem, ngundha layangan, wkwkwk. Puas-puasin sebelum balik lagi ke kontarakan 6x8 meter :")))

Ada yang sedih di bulan ini, Aira GTM. Udah bisa nolak makan, akhibatnya ke bb. Stuck T-T
Bulan ini juga giginya nambah 3, jadinya sekarang ada 4 gigi seri.
Laluuu, alhamdulillah drama telinga udah selesai. Setelah waktu itu berdarah-darah karena dicuwik, akhirnya mau nggak mau ke THT. Lumayan mengurangi drama garuk-garuk telinga dan bersihin telinga kalau maelm. 

Hari ini juga, untuk pertama kalinya Aira sakit. Panas, batuk, pilek. Kirain bakalan rekor setahun nggak sakit, ternyata baru 11 bulan udah batpil hiks. Gapapa, semoga makin kuat imunnya. 

Motorik kasar:
  • anaknya belum mau belajar jalan, belum mau berdiri sendiri, karena udah kebiasaan ditetah huhu. Beberapa kali sempat kedapatan berdiri sendiri beberapa detik. Mau berdiri sendiri kalau lupa
Motorik halus:
  • sudah bisa mainan pensil, corat-coret sedikit
  • bisa memasukkan sedotan/pensil ke lubang kecil
  • mulai mainan memasukkan bola-bola kapas ke dalam lubang 
  • variasi jogetnya bertambah 
Bahasa:
  • sudah bisa mengenali dan menunjuk beberapa gambar binatang: ayam, embek, kucing, angsa, beruang, kupu, ikan, gorila
  • bisa nyebut kata: maem, mbak, mbek 
  • memahami perintah verbal: disuruh sayang, disuruh masukin benda, dll
  • bisa menunjuk bagian tubuh: tangan, kaki, hidung 
Kognitif:
  • menirukan gerakan tubuh: tantene joget, metheti manuk, nggusah pitik
  • suka sama buku bergambar hewan-hewan 
Personal sosial:
  • bisa main ciluk-BAAA
  • kalau dipakaikan baju udah enak, tinggal nyanyi dia udah mengerakkan tangannya sendiri 
  • bisa mengenali orang, padahal udah seminggu nggak ketemu, nggak lupa 

Bulan depan udah setahun aja, nggak sabar lihat dia bisa nambah kemampuan apalagi, hehehe. Semoga selalu sehat. Semoga perjalanan memperbaiki pola makan juga membuahkan hasil. Uwuwuwu, nggak sabar tanggal 9 September mau konsul sama dr. Adilla :D

Kamis, 30 Juli 2020

CLBK : Sebuah Alasan Kembali (ngeBlog)

"Bikin blog, semoga bisa konsisten nulis!" 
"Udah banyak yang kelewat, semoga setelah ini bisa rajin nulis."
"Mau ngeblog lagi aaahh, udah lama banget nggak nulis. Banyak yang kelewat."

Elaaaahh, kayak sering denger baca. Wkwkwk. Tapi nyatanya, setelah satu dua post lalu hiatus lagi. Lagu lama!

Sedih juga sih sebenernya lihat arsip blog lalu ada missed di tahun 2016, 2017, dan 2019. Padahal yaa sebenernya saya tetap menulis di tahun itu hanya saja beda platform. Tidak ngeblog tidak sama dengan tidak menulis. Karena bagi saya, menulis itu sebuah kebutuhan. Jadi, yaa saya selama ini tetap nulis meskipun medianya ganti-ganti. 

Tahun 2016 dan 2017 itu saya pindah ke Tumblr. Lebih variatif di sana dan saya bisa membaca tulisan-tulisan orang lain. Sebenernya Tumblr itu mirip media sosial yang lain, hanya saja fungsinya lebih banyak. Tapi, Tumblr bagi saya fungsinya benar-benar seperti buku diary. Curhatan semua! Wkwkwk. Makanya setelah itu tidak saya lanjutkan karena terlanjur males baca tulisan sendiri yang isinya sambatan nggak ada konsep. Wkwkwk. 

Akhirnya, tahun 2020 ini saya memutuskan untuk kembali ke blog. Alasannya? Di sini hanya ada saya sendiri. Tidak perlu berteman, jadi tidak banyak juga yang tahu. 

Lah kok gitu? Karena saya ingin jujur dalam menulis. Ingin menulis untuk mengabadikan momen. Ingin menulis bukan karena ingin dibaca orang. Jadi yaa nulis aja gitu, masalah mau dibaca orang atau enggak yaa itu urusan nanti. 

Alasan yang lain adalah untuk mengurangi interaksi di instagram. Jadiiii, saya ini emang dari dulu kan butuh nulis, suka review, suka sharing, suka cerita, butuh mengutarakan pendapat. Tahun 2019 itu saya sering banget nulis di instagram yang saya sadari sekarang sepertinya tidak perlu, harus dikurangi, karena tidak semua orang membutuhkan informasi saya. Wkwkwkwk. Followers nya udah makin banyak, agak gimana gitu terlalu banyak membagikan informasi pribadi di sana. 

Blog ini sepi. Jadi bebaslah review sesuka hati, bebas mengutarakan pendapat, bebas cerita which is memang itu yang saya butuhkan. Media aktualisasi diri, media healing. Tanpa harus merasa sungkan dengan orang.

Semenjak ngeblog lagi, emang berkurang banget sih aktivitas sharing di instagram. Saya jadi bisa memfilter mana yang harus saya share di instagram, dan mana yang cukup saya tulis saja di sini. Jadi lebih terkontrol.

Semoga bisa lebih banyak nulis hal-hal informatif yang bermanfaat.

TUHKAAANN MUNCUL LAGI KOMITMEN INI, wkwkwkwkwkw. Let's see!

Rabu, 08 Juli 2020

Aira Sepuluh Sasi

Inhale, exhale.

Hahahaha. Baru mau mulai nulis udah berat aja. Tapi emang waktu nulis ini, rasanya lagi nyesek karena banyak pikiran. Tentang ART resign, tentang kontrakan yang tbtb 'diusir' karena mau direnov, tentang harus sementara LDM, tentang nilai UTS yang jelek, tugas akhir yang nggak kelar-kelar, tentang kuliah yang makin ambyar padahal tinggal dikit lagi ;"), tentang MPASI Aira yang yaaahh rasanya kayak menjadi ibu yang buruk.


WOIII ini konten Aira ngapa lu yang curhat, Nip?


Wkwkwk. Maap, maap. Tapi saya ingin memberikan apresiasi untuk anak we yang mungil tapi kuat. Aira melewati banyak hal di bulan ini, dan I know itu bukan hal yang mudah. Tapi dia berhasil melewati hari-hari yang saya yakin itu berat untuk dia lalui :"))))))))) Pen nangis gini aja, hiks.


Ok, let's move.





Motorik kasar

  • Tidak ada perubahan signifikan sebulan ini, Aira masih minta titah terus, belum belajar berdiri sendiri. Oh ada, sih, Aira bisa main nendang-nendang bola, hehehe. 
Motorik halus 
  • Sudah mulai mengenali sebab-akibat, seperti itu tadi bola kalau ditendang menggelinding makanya diulang-ulang terus. 
  • Menjimpit 
  • Bisa menunjuk pakai telunjuk 
  • Sudah punya mainan kesukaan
Bahasa 
  • Waw, ini sih yang paling keliatan pesat di bulan ini. Sudah banyak sekali kosakata tidak bermakna yang Aira keluarkan. Mulai muncul huruf konsonan t, w, n, y. Sukanya ngoceh ceriwis sendiri. 
  • Memahami beberapa perintah verbal: dada, teplek nyamuk, bersihin tangan kotor, tepuk tangan, tos, melet, mangap, pusing. 
  • Kalau lihat piring atau orang makan auto bilang maem mam. Kalau nggak mau, teriak emeeeehh. Kalau lihat motor, bibirnya bakalan 'brrrrrm'.  
Kognitif 
  • Menemukan beda yang disembunyikan
  • Menirukan gerakan tubuh dengan mudah, contoh menirukan melet, mangap, menirukan suara 
  • Akhirnya bisa minum pakai sedotan 
  • Menunjukkan ketertarikan pada buku, ini sih udah lama yaa, udah bisa menghafal letak-letak gambar dalam buku
Personal Sosial
  • Merespon bila namanya dipanggil, dan bisa mengenali kalau ditanya, "Mana Aira?" dia otomatis menunjuk dirinya sendiri
  • FINALLY SETELAH TERKURUNG DI BLOK A2 27 AKHIRNYA AIRA KELUAR KANDANG JUGA. Daaaannnn, ini yang awalnya drama sekali akhirnya berbuah manis. Sekarang Aira sudah mulai berani dengan orang, sudah tidak menangis ketemu orang. Meskipun dia ini waspada banget. Jadi kalau ada orang baru di sekitarnya, dia nggak papa, udah nggak nangis asal orang itu nggak ngapa-ngapain dia. Kalau digendong langsung ya pasti nangis, karena dia butuh mengenali dulu baru mau diajak orang lain. 

Alhamdulillah, masya Allah. Kita buktikan sebulan lagi pas ketemu ayahnya, kira-kira apa saja yang bikin kaget ayah. Wkwkwk.

Rabu, 10 Juni 2020

Aira Sangang Sasi

Alhamdulillah, masya Allah tabarakallah nyampe juga di usia 9 bulan. Nggak kerasa ini woy h-3 bulan menuju satu tahun. Merayakan 9 bulan Aira dengan hujan-hujanan, hahaha. Pertama kali Aira hujan-hujanan, literally diajak keluar rumah pas hujan deres. Setelahnya langsung mandi air anget, keramas, pakai minyak telon biar anget, makan. Alhamdulillah, aman nggak kenapa-napa.


Btw ini anaknya sendiri yang minta masuk ke situ gaessss

What's happen di usia 8 sampai 9 bulan ini? Here we go!

Motorik kasar:

  • Kalau pas menjelang 8 bulan dia baru dua tiga langkah dalam merangkak, di usia ini udah jauuhhh lebih baik. Aira sudah bisa merangkak sampai mana-mana, meskipun dia anaknya males merangkak. Jarang mau merangkak, soale udah keenakan minta titah.
  • Kalau titah wes wasis buwanget, udah minta jalan kemana-mana, udah ngajak lari pulak. Sing boyoken sing momong :")
  • Udah makin lancar berdiri sendiri dengan pegangan, udah sering lepas tangan satu, meskipun belum mulai merambat
Motorik halus:
  • Udah bisa menjimpit pakai dua jari
  • Mengulurkan tangan minta gendong
Bahasa:
  • Udah lebih dari semingguan ini tiba-tiba dia banyak mengeluarkan suara-suara aneh, mmmmm maksudnya suara-suara yang belum pernah dia ucapkan sebelumnya. Bukan babling lagi, mungkin lalling. Semacam dia udah ngajak ngobrol, tapi yang diucapin mksnb knashdf lacjisdjc gitu gitu, hahaha. Lucu pokoknya
  • Lagi seneng banget nonton burung. Kalau misal bilang "burung-burung" langsung otomatis lihat ke luar terus lihat ke atas
Kognitif:
  • Apa aja mau dimasukin mulut, mainan batu pun dimakan (tapi kalau dikasih makanan napa nggak dimasukin mulut woi, hahaha)
  • Kalau ditinggal ngumpet udah bisa nyariin ke tempat terakhir terlihat 
  • Seneng banget minum air putih pakai cangkir, kalau lihat cangkir yang biasa dipakai buat minum langsung minta minum
Personal sosial:
  • Udah mulai nyariin ibu dan ayah kalau misal merasa insecure pas diajak keluar 
  • Mulai merespon kalau dipanggil namanya 
  • Masih nangis kejer kalau ketemu orang baru, alhamdulillahnya adalah kalau diajak sering-sering ketemu dia udah berani. Udah nggak nangis kalau lihat hulk di taman beton, udah nggak nangis ketemu Mbak Nisa dan Mbak Maryam
  • Akhirnya gaessss kalau denger lagu dia udah respon, joget. Bahkan sekarang nggak cuma lagu, denger adzan sama murotal aja dia joget yasalam :|
  • Udah bisa nolak, kalau nggak mau atau nggak suka sama sesuatu, bisa berontak sambil teriak 'emeeeehhhh', hmmm baiklah.

Perkembangan done. Let's move ke pertumbuhan!

Hari ini habis imunisasi campak, dan bb bulan ini cuma naik 100gr :")))
Banyak faktor sih ini, kayaknya termasuk ditinggal emaknya puasa dan sempet tumgi jadi nggak mau makan. Masih PR banget masalah makan di Aira, porsi makan masih segitu-gitu aja, nafsu makan juga nggak berubah banyak. Untungnya konsul ke DSA ada sedikit penanganan, akan diobservasi 2 minggu. Semoga ada perkembangan, kalau nggak kayaknya bakalan jajan DSA sampai ketemu yang pas buat nanganin masalah makannya Aira. Nanti, setelah masalah makannya Aira ini kelar, semoga bisa sharing banyak :)

Di usia 9 bulan ini, ada yang saya khawatirkan tentang perkembangan emosi atau psikologi atau apanya yak. Jadi Aira ini sering ndomblong, sering datar aja ekspresinya nggak menunjukkan seneng yang gimana gitu, kadang dijahili pun dia macem nggak sadar. Hmmmm. Semoga hanya sebuah kekhawatiran emaknya saja :)


  

Senin, 01 Juni 2020

Gendongannya Aira

Ya Allah, jaman sekarang ya perkara menggendong aja bisa panjang, segala gendongan macemnya bisa sampai selikur jinah. Lha terus lu ngapa ikutan, Nip? Wkwkwk. Ya sebagai mama milenial, daku pun nggak mau ketinggalan. Kena FOMO emang saya ini.

Saya nggak tahu sejak kapan gendongan ini mulai hits. Tapi saya mulai 'ngeh' saat Andien punya anak Kawa dan sering banget menunjukkan aktivitas menggendong, bahkan kayaknya mereka nggak pakai stroller. Oh wow, takjub dong saya, di saat artis-artis lain update stroller beraneka rupa dengan fitur canggih ini itu, Andien dengan bangganya malah pakai jarik buat menggendong Kawa. Hmmm, untuk saya yang emang sedari dulu tidak kepikiran pakai stroller, hal ini sangat menarique.

Semenjak saat itu, banyak sekali berseliweran di instagram dan youtube cara orang-orang memakai gendongan, ada yang simple ada yang astaga itu gendongan kek mana pakai kain dililit-lilit ribet amat. Ada yang harganya murah meriah puluhan ribu, ada yang sampai jutaan wow sungguh ku terkejut. Lalu mulailah saya kepo. Saya menemukan ada yang namanya Indonesian Babywearers Community, buku di bawah ini salah satu produk dari IBC. Saya beli udah sejak 2018.


Tibalah saya punya anak dan merealisasikan segala teori tentang menggendong. Aira punya beberapa jenis gendongan. Astaga, kalau dipikir-pikir ngapa sampe beli banyak gitu yak. Orang jaman dulu pake jarik seumur hidup :D jawabannya adalah biar nggak ketinggalan, penasaran pengen cobain, biar nyambung kalau ada yang lagi ngobrolin gendongan, biar bisa cerita kayak gini nih. Wkwkwk. Sungguh niat macam apa ini.

Untuk gambar dan detail dari masing-masing gendongan bisa searching sendiri ya gaes, udah banyak reviewnya. ASTAGAA BLOG MACAM APA INI SUNGGUH TIDAK INFORMATIF, wkwk.

1. Geos
Geos a.k.a gendongan kaos. Beli pas jaman belum paham segala gendongan. Beli karena bingung harus beli gendongan macem apa. Beli karena Aira mau lahir dan merasa harus punya gendongan.
Merk : Obytobi by Obayito
Harga : Rp101.000
Belinya di Mae Bebe Bintaro, silakan cek shoppe nya https://shopee.co.id/mae.bebe.
Kelebihannya pakai gendongan ini adalah praktis tinggal sluuuppp. Tapi kekurangannya nggak adjustable, jadi nggak bisa ngepas aja. Dipakai buat gendong newborn.

2. Ring Sling
Merk : Nana Baby Carrier seri Gerimis
Harga : Rp315.000
Bisa dibeli di instagram @nanababycarrier
Gendongan macem jarik tapi ada pengaitnya, lebih kokoh. Enak pakai ini, cocok dipakai buat gendong sehari-hari. Nggak ribet, adjustable.

3. Stretchy Wrap
Merk : Mikhadou
Harga : Rp25.000
Bisa dibeli di instagram @mikhadou
Ini sebenernya gendongan paling ribet kalau dilihat hahaha, musti diiket iket sana sini muter-muter, pakainya juga butuh effort. Tapi ini memeluk banget, cocok buat skin to skin. Nyaman banget kalau udah dipakai.

4. Soft Structed Carrier
Merk : Cuddle Me Ultimo
Harga : 580.000
Bisa dibeli di intagram @cuddleme_id
Sama seperti Nana, Cuddle Me ini juga merk lokal yang udah bagus banget.
Gendongan favorite ini kalau dipakai buat bepergian. Praktis, nggak ribet, bisa memeluk bayi dengan nyaman. Aira kalau pakai ini pules banget tidurnya.

5. Jarik
Nggak ada merk dan lupa harganya. Ini dibeli pas waktu mau lahiran Uwais. Jarik ini dipakai pengasuhnya Aira, karena pengasuhnya Aira nggak bisa kalau pakai gendongan aneh-aneh. Jarik for lyfe pokoknya.

Perkara gendongan aja yaa bisa ngabisin duit wkwkwk. Kalau ada yang tertarik beli gendongan, kalau aku sih nyaranin beli RS sama SSC aja. Udah memenuhi kebutuhan mau gendong bentar atau bepergian. Aira sampai saat ini pakainya dua gendongan itu.

Kalau mau belajar tentang menggendong, sekarang sudah banyak akun-akun instagram yang isinya sharing tentang menggendong dan segala jenis gendongan. Bisa follow aja akun-akun Indonesian Babywearers, banyak regionalnya. Atau cuss meluncur ke akunnya @mommygolda yang suka sharing dengan cuma-cuma perkara menggendong. Kalau mau ikut kelas yang lebih intensif, bisa cuss ikut Kelas Gendong Online by @zahrakhayra

Segala pilihan dan keputusan balik lagi ke preferensi masing-masing yaaa. Peace, love, and plisss woy jangan judge pilihan masing-masing ibu. Luuvvv.

Minggu, 31 Mei 2020

Monde dan Sebuah Ukuran Kekayaan

Kemarin saya ke supermarket sama suami, memang jatahnya belanja bulanan. Waktu melewati bagian kue-kue, saya ambil sekaleng Monde Butter Cookies. Diketawain lah sama suami. Hari gini beli Monde kayak nggak ada yang lain, katanya.

Weee, tidak tahu dia bahwa ada sebuah cerita dibalik Monde ini.



Dulu waktu masih kecil, ada dua makanan yang masuk kategori mewah bagi saya dan adek-adek. Yang biasanya hanya kami jumpai saat lebaran, yaitu Monde dan kacang mete. Saking jarangnya kami makan dua jenis makanan itu, karena ibuk memang hampir nggak pernah beli, rasanya auto cengengesan bahagia kalau pas silaturahmi terus disuguh Monde atau kacang mete. Di daerah kami, dua jenis makanan ini memang hanya bisa dijumpai di rumah-rumah tertentu. Seperti rumah salah satu saudara kami.

Jadi, dulu ada salah satu saudara yang selalu kami tunggu-tunggu waktu silaturahminya. Karena apa? Karena kalau di sana makanannya komplit macem-macem, dan tentu saja ada Monde dan kacang mete di waktu bersamaan, dan selalu dapet THR banyak. Saudara kami itu memang pasangan pejabat pada jamannya, rumahnya bagus, luas. Lalu tanpa sadar, kami menjadikan Monde dan kacang mete sebagai sebuah ukuran kekayaan. Kalau kami datang ke rumah dan nemu Monde atau kacang mete, artinya si empunya rumah punya duit banyak.

Lebaran demi lebaran berlalu, dan lebaran kali ini saya beli 1/2 kg mete dan sekaleng Monde. Hanya dimakan bertiga.

Alhamdulillah, saya sudah kaya.

Jumat, 29 Mei 2020

Ojo Nganti Kagol, lho, Nok!

Adalah sebuah pesan yang disampaikan mbahkung sama mbahuti nya Aira berulang-ulang-ulang kali dan diulang berkali-kali. Saking okeh e. Ojo nganti Aira kagol. Kagol in bahasa is apa yaaa, kecewa may be atau lebih tepatnya when you punya keinginan yang tapi tidak terpenuhi.

Lalu beberapa hari yang lalu, saya melihat salah satu postingan seorang mahasiswa psikologi, yaitu mbak Feputri. Iyess, mbak Feputri sekarang lagi lanjut kuliah ngambil psikologi.


Ternyata, relate sekali dengan pesan mbahnya Aira. Ya ampun kirain itu pesan asal pesan aja biar anaknya nggak nangis. Ternyata dalem maknanya karena ngefek ke psikologis anak. 

Jadi ternyata, dalam perkembangan sosioemosional anak, atau biasa disebut psikososial. 

Sek sek. Ngeri men bahasaku, wkwkwk. Iyaa ini habis baca artikel gaes makanya sok ilmiah.

Menurut Erik Erikson dalam bukunya "Childhood and Society" masa 0-2 tahun pertama kehidupan anak adalah fase trust vs mistrust. Di awal kehidupan anak di dunia, mereka mulai mengenali apakah dunia ini adalah tempat yang aman bagi mereka. Mereka mulai belajar mempercayai lingkungannya. Yaa namanya juga masa transisi dari rahim yang super nyaman ke dunia yang asing. Butuh adaptasi, butuh proses mengenal dunia seperti apa yang akan ia hadapi. Dan itu terjadi di  tahun pertama anak. 

Jika kebutuhan dan perawatan dalam dirinya terpenuhi secara rutin dan berkesinambungan, ditambah dengan kasih sayang yang membuat nyaman, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan dalam dirinya. Mereka punya pengalaman yang menyenangkan sehingga muncullah trust dalam dirinya. "Oh woowww, ternyata dunia ini tempat yang aman kok. Aku baik-baik saja," the baby said. Vice versa.

Begitu yaa buibu. Ternyata segala sesuatu yang terjadi di awal kehidupan bayi itu puwenting banget. Bahkan hal sepele semacam 'kalau pas lagi pup jangan diganggu, biarin tuntas dulu nganti marem' itu ngefek ke psikologis. Ini juga saya tahu dari Ibu saya. Hmm, fakir ilmu banget dah saya ini.

Fix habis ini kudu beli buku The Whole Brain Child niiihhhh, huhuhu, kemarin pengen beli maju mundur soale mayan pricey. Wkwk.