Selasa, 21 Oktober 2025

Catatan Aisha: 13 Bulan

One year just like a blink of en eye. Padahal kalau lihat-lihat lagi foto Aisha, kayak percaya nggak percaya dia dulu secimit itu, tiba-tiba udah bisa kemana-mana. Here we go rapelan cerita Aisha dari umur 10 bulan:

Motorik kasar

  • Umur 10 bulan lebih dikit (Juli 2025) sudah mulai bisa jalan 3 langkah
  • Naik turun kasur sudah jago, ya gimana enggak dari kecil terbiasa naik turun tangga. Cukup aware dengan ketinggian dan bisa memperkirakan, jadi kalau dia tahu dia akan jatuh, dia memilih untuk mengulurkan tangan minta gendong.
  • Bisa mengangkat kaki satu untuk menendang bola
  • Sudah lincah berjalan di beda ketinggian, misal lantai teras dan lantai rumah, sudah tidak perlu berpegangan
  • Beberapa hari yang lalu sudah bisa berjalan mundur, bisa muter-muter. Mulai sering berjalan cepet meskipun masih sempoyongan.

Motorik halus

  • Bisa “dadaa” di usia 10 bulan, tiap ada yang mau pergi udah reflek melambaikan tangan. Sudah bisa diajak salim.
  • Meletakkan jepitan di kepala.
  • Pegang pencil corat-coret
  • Memasukkan benda ke lubang kecil, contoh uang koin ke celengan. Bisa main pop it.
  • Bisa makan sendiri pakai tangan, tapi kalau sendok arahnya sudah benar meskipun masih belepotan dan jatuh-jatuh.

Bahasa

  • Di usia 13 bulan, kata yang berarti baru: emam, dada, baaa (ciluk ba). Sering banget dia eh ehhh ehhh gitu kayak orang gabisa ngomong hiks, ini kayaknya sama kayak ibunya dulu wkwk.
  • Selebihnya dia masih teriak-teriak tidak jelas, apitt ebedaaa papaaa seolah-olah bisa ngobrol. Waktu bermain mic, Ketika disodori mic dia akan ngoceh tidak jelas.
  • Sudah mulai bisa memahami perintah verbal: duduk, pakai celana, sini ak, dada, salim, sayang, pusing, layang-layang mana?

Kognitif

  • Sudah mulai bisa “niteni” sebuah pola, contoh: kalau ibuk pakai kerudung, berarti mau keluar maka kalau dia pengen jalan-jalan keluar dia akan minta ibuk pakai kerudung, menunjuk gendongan, lalu menunjuk pintu dan mengarahkan ingin pergi kemana
  • Mulai hapal dengan benda-benda di jalan, misal di rumah X dia biasa melihat ayam, di rumah Y biasa melihat burung.
  • Jika meminta ibuk tidak mau, sudah punya akal dia akan meminta bude.
  • Pernah dia menemukan roda mobil mainan, lalu diambil, dan dia mencari mobil mainan di rak dan di satukan.
  • Dia paham kalau colokan di bawah biasanya untuk colokan blender, lalu minta diambilin blender, dan bilang emam.
  • Plisss jangan meleng sedikitpun karena semua-mua akan dimasukkan ke mulut.

Personal Sosial

  • Pernah suatu ketika diajak nungguin kakak psikotes, lalu bertemu dengan anak seusianya yang membawa boneka lalu dia reach out duluan dan meminta bonekanya, wkwkwk. Sungguh bukan anak ibuk Hanif banget.
  • I loveee the way she looked at me pas pulang kerja, huhu, precious moment.
  • Dia udah bisa menunjukkan keinginannya dengan menunjuk, atau menarik tangan orang mengikuti ke arah yang dia inginkan.
  • Kalau kakaknya itu life must by the rule, kalau adeknya ini break the rule, haha.
  • Agak susah diajakin deep talk atau dinasehatin.
  • Di tempat baru langsung eksplor dan bermain layaknya bocah-bocah yang lain.
Fiuhhh leganyaaa bisa nulis ini. Haha. Seperti keharusan padahal bukan, tapi kalau sudah ditulis rasanya lega nggak punya utang.

Satu hal yang baru ku sadari sekarang, kalau di era Aira aku banyak membenci diriku dan menyalahkan diriku, di era Aisha ini aku makin menyayangi dan mencintai diri sendiri. I love myself, aku banyak berterima kasih kepada diriku yang sudah through ups and downs. Huhuu, bisa gitu yaa. Tiap anak membawa pelajaran masing-masing, mereka adalah modul untuk orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar