Rabu, 20 Januari 2021

Surrender : Menemani Anak Belajar Makan

Tulisan ini merupakan rangkuman dari live ig nya @damarwijayanti x @megakartikaa_ dalam judul Memahami Anak Belajar Makan. Penjelasan dalam materi ini menggunakan pendekatan consious parenting @doctorshefali , montessori, positive dicipline, dan rangkuman kelas #temanmakan dokter @adillahikma. 

Dalam proses makan anak. first of all kita harus sadari dan menerima kenyataan bahwa anak sedang belajar makan, dia BELUM bisa makan. Dia BELUM BISA tahu apa itu lapar, apa itu kenyang. Yang dia tahu dia nggak nyaman, lalu cranky, terus pas ketemu nenen, dia nyaman. Yang mereka tahu, "Aku makan karena aku butuh belajar memenuhi kebutuhan fisik ku." 

Kedua, pahami bahwa ada hal-hal yang kita tidak bisa atur. Dalam perkembangan anak, dikenal istilah center dan periphery. Center adalah hal-hal dalam diri anak yang kita tidak bisa atur, kalau pun bisa kita atur, anak jadi kehilangan sensitivitasnya untuk memahami hal tersebut. Contoh center dalam hal makan adalah rasa lapar dan kenyang. Lapar dan kenyang itu hanya otak anak yang bisa atur.

Kita tidak bisa atur kapan anak harus lapar dan kenyang. Kita mungkin sering bilang, "Ayo, Nak, 5 menit lagi kamu harus makan." itu artinya "Ayo, Nak, 5 menit lagi kamu harus lapar." Padahal dia belum lapar. Lalu, seberapa banyak anak mau makan? Ini berkaitan dengan kemampuan mengenali rasa kenyang. Dia mau makan seberapa banyak, itu dia yang bisa kontrol.

Mungkin kita bisa menawari anak makan, meskipun anak belum lapar. Atau tetap memaksa anak, "Ayok sekali lagi, terakhir ini terakhir." padahal anaknya sudah kenyang. Akibatnya apa? Anak menjadi tidak nyaman, dan tidak peka dengan rasa lapar-kenyang. Remember, lapar dan kenyang itu center anak.

Jadwal makan ala dokter tidak selamanya sesuai sama anak. ANAK BEDA-BEDA WOY. Astagaaaaa akhirnya ada yang sepemikiran sama aku. Pliss jangan rusak sinyal anak. Dia belum lapar, tapi dipaksa makan. Dia udah kenyang, tapi masih diiming-imingi makan terus. Rusaklah sinyal dia. Jadi buibu yang menerapkan jam disiplin makan, coba cek lagi apakah itu benar jam biologis anak untuk lapar. Lebih peka lah mengenali tanda lapar dan kenyang anak.  

Terus gimana cara tahu anak lapar atau kenyang? Setiap anak beda-beda. Ada anak tipe rabbit, yang dia makan dikit-dikit tapi sering. Tapi ada juga yang tipe ular, jarang makan tapi sekalinya makan langsung banyak. Nggak semua anak bisa cocok dengan jadwal 06.00 ASI, 08.00 makan, 10.00 cemilan, dst dst. 

Responsive feeding, amati anak, anak kasih sinyal apa. Ada anak yang ketika laper mintanya nenen, coba pas minta nenen itu dibilang "Nak, ini namanya lapar, biar cepet kenyang harus makan." Bukannya "Yaelah nenen mulu nenen mulu." *toyor 

Terus, apa yang bisa kita atur. Yaitu periphery, contohnya adalah suasana makan. Dibikin semenyenangkan mungkin. Ala-ala piknik juga bisa. Ajak anak ikut dalam proses memasak. Jadi kondisikan anak agar mendukung dia untuk makan. 

Next, gimana sih cara anak usia dini belajar makan? 

Fakta : makan itu pembelajaran lebih sulit daripada ngajarin anak membaca. Pemahaman kita selama ini, makan itu kebutuhan, secara naluri pasti bisa. OOOOO JANGAN SALAH!!!

Makan itu membutuhkan kerja otak, otot, dan indera. Harus bersamaan, integrasi. Bayangkan otak lagi nonton lalu tiba-tiba ada makanan masuk ke mulut, telinganya denger ayo dikunyah ayo ditelen. Otaknya tidak memberikan perintah ke tubuhnya karena sedang fokus melihat. Gimana dong, nggak sadar dia. Jadi disarankan, makan itu yaa sadar kalau sedang makan, fokus. 

Makan membutuhkan koordinasi mata dan tangan. Anak juga belajar melihat makanan, masukkan ke mulut. 

Indera yang dipakai saat makan : hampir semua indera yang dipakai. Penglihatan, penciuman, peraba, interoception (yang melibatkan emosi, rasa lapar). Tugasnya menerima seluruh rasa dan emosi oleh tubuh. 

Proses makan : transisi oromotor. Nggak bisa begitu MPASI langsung bisa mengunyah dan menelan. Ada trsansisi dari menghisap ke mengunyah dan menelan. 

Coba praktek : makan nasi tapi dihisap, makan nasi dengan mengunyah pakai gigi depan tapi lidahnya belum bisa memindahkan makanan, terakhir baru bisa makan (step sebelumnya harus terlewati). 

ROLE PLAY dulu, Bunda. Agar lebih bisa berempati kalau anak tiba-tiba melepeh makanan. Jangan ujug-ujug langsung pasang muka bete. Hufftt. 

Step anak makan:  

Toleransi : satu ruangan bersama 

Interaksi : bikin makanan bareng 

Smell : mencium bau masakan

Touch : dipegang, biar ngerti tekstur

Taste : mencicipi, jilat 

Eating 

Makan itu sensori baru motorik. Melihat (sensori) masukin ke otak, baru merespon (motorik). Motorik juga ada otot besar dan otot kecil. Otot besar dulu harus dipenuhi, baru otot kecilnya bekerja. Penuhi dulu otot besar. Kalau otot besarnya belum terpenuhi, ya wajar saja kalau anak jadi susah duduk pas makan. Maunya ngideeerrrr mulu. 

Anak butuh keteraturan, tapi nggak bisa bekerja dengan jam. Dia bisanya denga ritme. Urutan. Mereka membutuhkan keteraturan untuk mendapatkan kenyaman. Misalya bangun tidur, jalan-jalan, mandi, baru makan. Jamnya bisa maju mundur. 

Aturan 30 menit? Berlaku karena kalau diperpanjang, anak udah nggak fokus. Kecuali kalau anak yang masih pengen. Coba bayangin kalau makan berkuah sampai lebih 30 menit, udah medok. Anak yang baru belajar duduk, disuruh duduk 30 menit. Capek. Menyusu aja nggak lebih dari 30 menit biasanya. Nggak akan optimal belajar makannya. 

Anak yang makannya sehari bisa 8 kali, bisa. 

Kalau lagi sakit, gimana? Cairan itu penting banget untuk anak yang lagi sakit. Supply cairan is a must. Jus, air putih, susu. Sambil makanan ditawarin terus. 


Jumat, 15 Januari 2021

Unidentified

Pagi ini nggak sengaja nemu postingannya Aulion yang isinya quote "Happiness is finishing a to-do-list." Cukup menyentil. Rasanya tersadarkan akan sesuatu yang dulu selalu saya lakukan tapi akhir-akhir ini terlupakan. Nggak tahu kapan terakhir kali bikin to-do-list, padahal, IYA, nyentang to-do-list itu membahagiakan.  

Terus jadi kepikiran, apa jangan-jangan gara-gara ini yaa akhir-akhir ini hidup rasanya nggak bersemangat. Malessss banget. At all. Nyusun menu keluarga udah nggak pernah, menu mpasi udah gapernah bahkan masaknya pun mendadak banget pas anak baru mau makan, ibadah bye bye, kehidupan di kantor pun yaa gitu-gitu doang. Rasanya kayak unfaedah banget idup, tiap hari cuma kebanyakan scroll hp. 

Akhir-akhir ini juga lagi sering menyalahkan diri sendiri, untuk banyak hal. Sering ngebego-begoin diri sendiri. Sering banget kepikiran, kenapa sih kamu kayak gini, kenapa sih kamu nggak kayak gitu. Issue apa yang sedang saya hadapi, saudara-saudara. Rasanya kayak susah banget menerima kekurangan diri sendiri. Padahal ini udah usia-usia yang kayaknya tabu banget ngomongin diri sendiri. Harusnya udah selesai dari dulu. Harusnya sekarang udah mulai fokus mikirin keluarga dan masa depan anak, wedeeehhh. Beraattt.

Hidup sendiri aja rasanya kayak amburadul. Ini bukan tentang bersyukur, sih, karena saya tahu memang ada sesuatu yang downgrade dari diri saya sendiri. Ini memang murni karena diri sendiri yang...tidak makin lebih baik. Kan kita bisa ngukur, yah, oh kayaknya aku makin rajin nih, oh kok tambah males yak. 

Terus merembetlah kepada kepercayaan diri yang akhir-akhir ini juga tergerus. Nggak PD mau ngelakuin suatu kerjaan. Udah merasa gagal dulu, merasa nggak pinter, merasa bego. Dalam hubungan sosial, pun. Merasa nggak menyenangkan, merasa jadi beban doang, merasa 'kok ngomong gitu sih tadi bego banget'. 

So sad lah pokoknya, ah elah kenapa yak. 

Kayak nggak bisa menerima kekurangan diri sendiri, dan bukannya berusaha tapi kayak mencari pembenaran. Aslik saya ini iri banget sama orang-orang yang bisa pinter bergaul, yang menyenangkan saat diajak ngobrol. Saya baru ketemu orang baru aja udah takut, mau ngobrol aja mesti mikir seribu kali 'mau ngomongin apa yaaaa'. Saya juga iri sama orang-orang yang mengenal dirinya dengan baik, yang tahu pengennya apa, yang punya pendirian. Nggak kayak saya yang ditanya pengennya apa aja bingung, yang gampang banget berubah arah cuma karena lingkungan dan...nggak enakan. 

Eh kan jadi kemana-mana, WK. 

Apa perlu bikin analisis SWOT, apa perlu bikin peta pribadi, apa perlu bikin resolusi mumpung awal tahun nih. WKWKWKWKW. A journey to knowing and accepting yourself.  


Kamis, 14 Januari 2021

Aira Nembelas Sasi

8 months to go....

ASI udah cimit banget, was-was nggak bisa sampai 2 tahun, tapi udah males-malesan pumping hahaha. Di kantor rasanya udah pengen pumping sekali sehari aja, tapi sadar diri produksi sedikit banget, ditambah kemarin sempet mastitis mayan parah. Makin ke sini malah anaknya makin cinta sama nenen, wkwk.

Motorik kasar 

  • Lagi suka banget jinjit, dikit-dikit jinjit. Udah pengen loncat tapi belum bisa
  • Suka jongkok, betah banget kalau suruh jongkok. Malah beberapa kali jalan jongkok.
  • Suka lari-lari tapi masih mengkhawatirkan. Belum kokoh gitu. Meskipun sudah berani jalan di titian tanpa pegangan. 
  • Suka muter-muter. 
  • Bisa jalan mundur.

Motorik halus 

  • Nambah skill baru yaitu menuangkan air dari satu wadah ke wadah yang lain 
Bahasa 
  • Perkembangannya makin bagus, kosakata makin banyak. Sudah bisa mengucapkan lebih dari dua kata. Mampu menyampaikan maksud. Contohnya, "Ayah duduk, Ibuk duduk, Yaya duduk." "Ibuk, nenen dua, ya."
  • Paham dengan pertanyaan, siapa apa bagaimana dimana. Tau harus dijawab apa. 
  • Sudah mulai bisa bercerita dengan runtut. "Biang ayah. Gukguk keyas. Ayaya kaget. Nangis."
  • Menyebutkan bagian-bagian tubuh sambil menujukkan bagiannya.
Kognitif
  • Paham objek yang disembunyikan, dicari-cari di tempat terakhir dia melihat. Termasuk mengingat letak-letak benda. 
  • Paham konsep atas-bawah-turun. 
  • Mulai paham sebab-akibat. Contoh : main air lama-lama bikin tangan kiyut-kiyut, kalau tangan kiyut-kiyut harus dikasih minyak
  • Terbiasa dengan gerakan pakai-copot baju 
Sosial Emosional 
  • Sudah mulai mengerti konsep kepemilikan, baju ini milik ayah, milik ibuk, milik bude
  • Mulai tertarik bermain dengan teman sebaya. Kakak keyen, abang adam. 
  • Sudah bisa mempertahankan keinginan
  • Sempet ngamuk nangis kejer gara-gara mau pakai kerudung sama sepatu sendiri, tapi gabisa. Tapi dibantuin juga nggak mau. 
Alhamdulillah, achievement unlocked banget bulan ini. Termasuk bbnya alhamdulillah bisa naik, setidaknya ada perkembangan dari bulan sebelumnya. Huhuhu. Terharu.  

Senin, 14 Desember 2020

Aira "Jalan-jalan" ke Rumah Sakit

Setelah punya anak ternyata ada satu tambahan rutinitas, yaitu pergi ke dokter. Tiap bulan kontrol, jadwal imunisasi, atau periksa karena sakit. Alhamdulillah sekarang 15 bulan jadwal imunisasinya udah jarang, bulan awal-awal dulu rasanya hampir tiap bulan ada jadwal vaksin. Sungguh menangis dompet mamak, wkwkwk. 

Ini adalah rangkuman pengalaman Aira pergi ke dokter, termasuk pengalaman sakit dan obat-obat P3K. 

1. Kontrol rutin, imunisasi, konsultasi MPASI 

DSA andalan Aira dari lahir adalah dr. Novitria Dwinanda, Sp.A.(K). Beliau adalah Dokter Anak subspesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik di BWCC. Bersama Dokter Novi ini Aira melewati tahapan imunisasi dan drama MPASI. Hampir tiap bulan bolak-balik BWCC ketemu beliau hahaha. 

Aira juga pernah konsultasi MPASI dengan dr. Ratih Ayu Wulandari, Sp.A. IBCLC di kediamannya di Mahogani Park Bintaro. Untuk sekarang, konsultasi MPASI Aira dilanjutkan dengan dr. Prof. Badriul Hegar Syarif, Sp.A (K), seorang dokter anak subspesialis pencernaan di RS Premier Bintaro. 

Untuk per MPASI-an ini, Aira pernah konsumsi puyer racikan untuk menyamankan pencernaannya. Isinya sih daku gatau yaa namanya juga puyer racikan dokter. Selain itu, paling konsumsi Interlac Probiotik kalau pas perutnya lagi nggak enak. 

2. Urtikaria alias biduran

Aira pernah biduran pas usia 3 bulan, entah penyebabnya apa. Waktu itu habis mudik, lalu berhari-hari Bintaro hujan tanpa jeda. Gatelnya jelas banget bukan karena faktor luar, karena sama sekali nggak berbekas, tapi pindah-pindah. Jadi misal gatel, diminyak nanti hilang, tapi akan muncul gatel di tempat yang berbeda. Dokter minta evaluasi makanan ibu karena waktu itu masih ASIX, tapi sampai saat ini tidak pernah berulang, jadi kemungkinan besar bukan karena alergi makanan. Bisa jadi karena cuaca atau debu. Waktu itu periksa di RS Mitra Keluarga Bintaro dengan dr. Benita Deselina, Sp.A. dan diresepkan certirizine untuk obat minum dan obat oles. Konsumsi sekali (sekitar 0,3ml) dan alhamdulillah langsung sembuh nggak kambuh lagi. 



3. Otitis Media alias kotoran-telinga-berlebih

Ini terjadi di Aira berbulan-bulan, mulai dari umur sekitar lima bulan sampai umur sembilan bulan. Keluhan: kotoran telinga kiri terlalu cair dan banyak, kalau kotorannya mau keluar pasti gatel, kalau gatel akan dikucek-kucek sampai lecet berdarah. Tidurnya Aira tiap malem keganggu parah, kondisi telinga juga mengkhawatirkan. Salahnya kami adalah dulu tidak langsung membawa ke spesialis THT, alasannya adalah karena takut corona, kedua tiap diperiksa DSA kami selalu bilang ini gapapa kok dibersihin aja. Dokter Novi memang pro rum banget jadi jarang banget ngasih obat kalau emang nggak terpaksa. Puncaknya Aira umur 9 bulan dan waktu itu telinganya berdarah parah karena dikucek, akhirnya kami bawa ke spesialis THT di Gunungkidul karena waktu itu poisis sedang mudik. Oleh dr. Irma Dewi Rosmawati, Sp.THT Aira diminta cek lab dulu untuk tahu penyebab infeksi di telinga, waktu itu penyebabnya adalah bakteri sehingga Aira diberikan obat tetes antibiotik. Alhamdulillah selama 3 hari pemakaian, keluhannya Aira langsung hilang. 


4. Common Cold 

Penyakit langganannya anak-anak banget ini, Bun. Aira pernah panas, batuk, pilek selama 4 hari pas usia sebelas bulan. Waktu itu nggak dibawa ke dokter, tapi mengandalkan P3K macem sunmol, inhaller, balur minyak kutus-kutus, dan dopping jeruk peras dll. 

5. ADB

Aira ketauan ADB waktu skrining usia setahun, waktu itu cek darah dan ketauan kalau Hb Aira 10,2 sedangkan nilai rujukan minimal 10,8. Akhirnya diresepkan Maltofer 1 kali sehari 10 tetes sebelum makan. 

Setiap orang tua pasti berharapnya anaknya nggak pernah sakit, sehat terus, berkembang baik. Pun dengan kami. Semoga setelah ini nggak perlu lagi ke dokter untuk periksa sakit, cukup imunisasi saja dan kontrol BB. Ya Allah semoga BB nya Aira segera naik T-T 

Jumat, 11 Desember 2020

Aira Limolas Sasi

Nulis ini setelah kontrol bulanan Aira dan mendapati grafik KMS nya sudah nyaris di garis merah. Sebulan usaha naikin dikit-dikit, bisa naik 250gr lalu hanya gara-gara panas tumgi 2 hari langsung ilang 200gr. Saatnya melibatkan Allah untuk usaha yang kali ini, huhu, kemarin-kemarin kemana aja T-T

Motorik kasar 

  • Bocahnya mulai aktif ya, Bun. Sudah mulai terlihat bakat-bakat memanjat perabotan. Di kasur suka manjat bantal-bantal. Manjat kursi makan juga. 
  • Jongkok/menunduk ngambil sesuatu juga sudah bisa
  • Ngangkat benda-benda besar, macem kursi makan. Sambil teriak "Uwaakkk"
  • Mulai belajar keseimbangan dengan meniti papan panjang dari semen
  • Suka banget "duduk" 
Motorik halus 
  • Kayaknya sudah harus mulai diajari menyobek, meremas, menggunting nih karena Aira tangannya gatau kenapa seneng banget mengepal pegang benda 
  • Sepertinya sudah mengerti warna dan bisa mengelompokkan meskipun belum bisa menyebutkan, contohnya: kalau ngambil bola, dia akan cenderung ngambil bola-bola dengan warna yang sama 
Bahasa 
  • Alhamdulillah untuk bahasa ini terus ada peningkatan. Sekarang mulai bisa mengatakan 3 suku kata sekaligus, misalnya "Ayah awoh abang." 
  • Bisa menunjuk bagian tubuh sambil menyebutkan namanya, meskipun baru "tati, ngan, pipi"
  • Memahami cerita sederhana dan bisa mengulanginya jika ditanya
  • Memahami perintah verbal 
Kognitif 
  • Sudah mulai ngerti triknya biar dikasih lihat HP duuuhhhh
  • Sudah mulai bisa bermain pura-pura, misal pura-pura makan, gendong boneka buat dipukpuk, pakai figur hewan lalu asyik bermain sendiri 
Personal sosial 
  • Sudah mengenali benda-benda milik orang lain, contoh: kalau dijemuran baju dia akan menunjuk baju lalu menyebutkan itu baju punya siapa
  • Suka banget mencium/memeluk orang tua 

Alhamdulillah untuk segala perkembangan Aira yang sejauh ini on track. Meskipun memang BB nya banyak sekali PR dan kurangnya, tapi untuk segi lain sejauh ini aman dan berkembang dengan baik. 

Senin, 30 November 2020

Melipir Tipis ke Telaga Sampireun

Weekend kemarin, tiba-tiba dichat salah seorang teman dari Jakpus. Pengen ke Telaga Sampireun, katanya. Hahaha, paham sih saya dengan kepenatan tiap hari yang dilihat gedung-gedung lalu pengen melipir lihat yang ijo dan seger-seger. Tanpa pikir panjang, saya langsung megiyakan mengingat sekarang Aira seneng banget kalau diajak keluar. Kapan lageeee. 

Lokasi Telaga Sampireun di ada di sekitar BXC Bintaro, kawasannya emang sejuuukkk. Di kawasan ini memang hampir isinya pohon-pohon dan lahan terbuka. Jadi lumayan banget buat refresh sejenak dari kepadatan ibu kota.

Kami berangkat hari Jumat ba'da solat jumat. Seharusnya, disarankan reservasi H-1 sebelum kedatangan tapi karena kemarin ditelpon berkali-kali nggak diangkat jadi yasudahlah modal nekat cuss aja. Nggak mungkin kan nggak dapet tempat.

Untuk dapat tempat makan di saung, minimal order harus 800ribu untuk weekend dan tidak ada minimum order kalau weekdays. Kalau weekend juga dibatasi hanya 2 jam di saung dan harus reservasi dulu. Nah kemarin pas datang, saungnya full jadi kami dikasih tempat di dalam ruangan. 

Yaaahhh, sia-sia dong ya udah ke sana terus dapetnya di ruangan. Kan niat utama pergi ke Telaga Sampireun karena pengen makan di saung, di ruang terbuka, sambil ngasih makan ikan. Kalau jatuhnya cuma di restonya sih sama aja kayak makan di resto lain. Apalagi lagi pandemi gini, takut juga berada di ruang tertutup. Akhirnya kami rada nekat nggak langsung pesen, kita tungguin tuh yang mana yang selesai. Setelah dua kali ada yang selesai di saung, kami rada maksa ke petugas untuk memakai saung. Dengan catatan, kami belum pesen makanan jadi masih bisa pindah tempat. Harusnya sih kalau mau dapet di saung dari awal dateng ikut waiting list. Tapi kami bar bar, wkwkwk. 


Alhamdulillah bangeeeettt, dapet di saung yang luasnya pas, viewnya juga pas. Terharuuuu. Aira seneng banget bisa refreshing, dapet pengalaman baru ngasih makan ikan-ikan, terus bisa main di playground juga. 

Kemarin di sana pesen Gurame Saus Mangga, Gurame Bakar Kecap, Sate Ayam, Kangkung Terasi, Tauge Teri Medan, Cumi Goreng Tepung. So far masakannya enak, jadi nggak sekedar jual tempat aja gaes tapi makanannya pun dapat dinikmati. Untuk harganya emang rada mahal, tapi wajar sih karena di sini kita beli 'view dan suasana'. Lumayan lah buat referensi kalau pas keluarga main ke Bintaro bisa diajak makan di sini, asalkan gausah cerita harganya berapa karena pasti dikomen, "Ya Allah rega semono nek ng Gunungkidul wis iso nggo sak RT" Wkwkwk. 





Minggu, 29 November 2020

Aira Patbelas Sasi

 Ya Allah ngaretnya naudzubillah, udah mau 15 bulan dan catatan 14 bulannya belum rilis. Hiks. Ibuknya Aira sudah mulai ngantor, dan masih adaptasi dengan kondisi baru. Seringkali sudah lelah sekali, awak kemropyok, jadi udah nggak sempet buka-buka laptop hiks. 

So, here we go.

Motorik kasar

  • Bisa berjalan mundur, bisa muter-muter 
  • Dari berdiri kemudian jongkok ambil mainan
  • Bisa duduk sendiri di kursi kecil
  • Mulai belajar berlari kecil-kecil meskipun masih sempoyongan 
Motorik halus
  • Pegang pensil corat-coret
  • Memasukkan benda ke lubang kecil 
  • Bermain donat susun
Bahasa
  • Masyalaah kosakatanya udah mulai banyak, sudah bisa menyebutkan dua kata sekaligus
  • Bisa memperkenalkan dirinya sendiri "Ayaya"
  • Memahami perintah verbal, mulai bisa disuruh suruh wkwkwk
  • Sudah bisa 'bercerita' runtut. Contoh: Tadi Aira kenapa? Jatuh. Dimana? Tuh (nunjuk). Gimana jatuhnya? Duk. Sakit nggak? Akit. Mana yang sakit? (pegang kepala). Ohh sini puk puk. Nangis nggak? Huhuhu. 
Kognitif
  • Dapat menemukan objek yang disembunyikan, contohnya HP wkwkwkwk. Ya Allah PR banget ini sekarang udah mulai pengen pegang gadget huhu
  • Mulai bisa role play dengan boneka, contoh nenenin boneka, ngasih makan boneka
Personal Sosial
  • Makin keliatan sih kalau Aira persis banget sama maknya wkwkwk, susah bergaul sama orang. Diajakin ketemu sama temen-temen sebayanya, rame, dia pilih main sama kucing dong. Auto kicep kalau ketemu orang baru, gamau ngomong samsek. Paling cuma mau jawab kalau ditanyain. 
  • Peluk/cium ayah ibu, menunjukkan rasa sayang 
Bulan ini mulai ditinggal ngantor, huhuhu. Alhamdulillah, masya Allah tabarakallah. Allah karuniakan anak yang pengertian. Terharu banget. Selalu dibilangin malemnya kalau besok ibuk kerja, seharian nggak ada jadi nggak usah dicari. Nanti makan sama bude, mandi sama bude, bobok sama bude. Ketemu ibuk lagi kalau sore. 

Dan sekarang tiap pagi lihat ibunya udah pakai pakaian kantor, dia udah nggak mendekat. Padahal biasanya baru lihat ibunya aja udah minta nenen. Tiap dipamitin berangkat kantor dia cuma diem, mau salim, mau dada, tapi ekspresinya datar T-T

Sedih sih, ya Allah :(